Bisnis Tiket Pesawat

Rabu, 29 November 2017

Begini Cara Mengetahui Teman yang Telah Memblokir Anda di Facebook


Facebook

Lewat media sosial, Facebook pengguna bisa mencapai ratusan, hingga ribuan jumlah pertemanan. Namun terkadang, pertemanan di Facebook bisa saja berakhir, karena telah diblokir oleh salah seorang teman, dengan alasan tertentu.

Dilansir dari laman Metro Rabu (29/11), ada cara untuk mengetahui apakah seorang teman telah memblokir Anda dari Facebook. Ketika seseorang memblokir Anda di Facebook, pengguna secara efektif menjadi tidak terlihat oleh Anda di situs atau aplikasi, dan menghilang secara online. Anda tidak dapat melihat profil mereka, mengirim permintaan pertemanan, mengirim pesan, memberi komentar atau melihat komentarnya di Facebook jika seseorang memblokir Anda.

Salah satu hal pertama yang dapat Anda coba adalah, mencari nama pengguna di Facebook dan jika Anda tidak dapat menemukannya, ini berarti salah seorang teman mungkin telah memblokir Anda. Pengguna dapat mengatur privasi mereka sedemikian rupa, sehingga tidak dapat ditemukan dengan pencarian sederhana.

Kemudian jika Anda mengetahui teman bersama orang tersebut di Facebook, Anda harus melihat daftar teman mereka, dan jika pengguna yang Anda cari tidak ada di sana, Anda mungkin telah diblokir.

Profil seseorang bisa saja dinonaktifkan sendiri, atau oleh Facebook setelah melanggar persyaratan Facebook. Salah satu cara pembuktian lain untuk mengetahui apakah Anda telah diblokir, atau tidak adalah dengan mencari percakapan lama dengan orang tersebut di messenger Facebook. Klik pada percakapan, dan jika foto pengguna menampilkan foto profil Facebook default, serta Anda tidak bisa mengklik namanya, seseorang pasti sudah memblokir Anda.

Apabila Anda mencoba mengirim pengguna pesan Facebook akan mengatakan ada kesalahan. Jika orang tersebut hanya menonaktifkan akun Facebook mereka, akan ditampilkan pengguna Facebook dalam huruf tebal daripada nama sebenarnya.

Sumber : REPUBLIKA.CO.ID

Selasa, 31 Oktober 2017

Siap-siap! Polri Gelar Operasi Zebra Mulai Hari ini

Jakarta - Siapkanlah seluruh kelengkapan Anda dalam berkendara. Mulai 1 November ini Polri akan menggelar Operasi Zebra.

Gelar pasukan dalam rangka kesiapan Operasi Zebra tahun 2017 digelar di halaman NTMC Korlantas Polri, Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan, Rabu (1/11/2017) pukul 07.00 WIB.

Kakorlantas Polri Irjen Roycke Lumowa hadir dalam apel ini. Para pejabat Polri lainnya juga hadir seperti Kadiv Propam Mabes Polri Brigjen Refdi Andri.

"Operasi Zebra digelar dari tanggal 1 sampai 14 November," ujar Roycke. Dia mengatakan, kegiatan ini digelar serentak di seluruh Indonesia.
Suasana Gelar Pasukan Operasi Zebra 2017Suasana Gelar Pasukan Operasi Zebra 2017 Foto: Zunita Amalia Putri/detikcom
Roycke menyatakan, tujuan operasi ini antara lain untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas. Dia juga berharap masyarakat nantinya akan lebih tertib berkendara.

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya sebelumnya menyatakan akan menggelar razia mulai hari ini hingga 14 hari ke depan. Razia ini bersandikan'Operasi Zebra Jaya 2017'.

Polda Metro Jaya mengerahkan 1.888 personel gabungan dari polisi, TNI dan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta. Pelaksanaan operasi digelar secara stasioner dengan titik yang berubah-ubah.

Dalam operasi ini, polisi akan lebih banyak mengedepankan pola represif atau penilangan terhadap pelanggar. 
(hri/dkp)

Sumber : www.detik.com

Senin, 28 Agustus 2017

Puisi Romantis Bapak Jusuf Kalla tentang Perjuangan Mendapat Cinta Mufidah


Dalam acara Syukurun 50 Tahun Pernikahan, Wakil Presiden HM Jusuf Kalla rupanya punya kado istimewa untuk istri tercinta Mufidah Kalla. JK biasa ia disapa, memberikan kado puisi untuk Mufidah.

Puisi itu dia buat sendiri di dalam ruangan perpustakaannya. Sebelum JK naik ke atas panggung untuk membacakan puisi, salah satu anaknya, Solihin Kalla memberikan kata sambutan.
"Saya berbicara di sini karena saya tidak bisa menari dan menyanyi. Saya diminta untuk berbicara terakhir. Sekali lagi terima kasih atas kehadiran bapak dan ibu sekalian pada acara ulang tahun perkawinan ke-50 orang tua kami, Ida dan Ucu. Barusan kita menyaksikan cuplikan video sedikit cerita tentang ibu dan bapak kami," kata Solihin Kalla di The Dharmawangsa Hotel, Jakarta, Minggu (27/8).
"Mulai dari istilah sekarang PDKT sampai hari ini yang sudah 50 tahun. Perjalanan yang sangat panjang yang mana cerita mereka tidak akan muat bila dituangkan dalam video tadi, tapi semoga cuplikan tadi dapat menginspirasi kita semua terutama kami anak, cucu mereka agar kami dapat hidup bahagia seperti Ucu dan Ida," lanjut dia.
Kemudian Solihin Kalla pun mengundang kedua orang tuanya untuk naik ke atas panggung. Tepuk tangan dari para hadirin pun mengiringi langkah JK dan Mufidah ke atas panggung.
JK memakai setelan jas, kemeja serta peci warna hitam. Sementara Mufidah memakai baju kebaya warna merah jambu dengan hiasan emas serta kerudung dan selendang warna hijau.

Joko Widodo di Syukuran 50 tahun Pernikahan JK

Joko Widodo di Syukuran 50 tahun Pernikahan JK (Foto: Dok. Setwapres)
"Yang saya hormati Pak Jokowi dan Ibu, Pak Habibie, Pak Try, hadirin, hadirat. Sebenarnya sudah lengkap, tapi anak-anak saya minta saya bicara, tapi tidak boleh bicara dalam pidato tapi dalam puisi. Setahu saya baru satu kali bikin puisi waktu di Ambon dulu. Sekarang terpaksa buat kedua kalinya," seloroh JK yang mengundang tawa hadirin.
JK kemudian mulai membacakan puisinya yang menceritakan kisah cintanya dengan Mufidah Kalla sejak sebelum menikah. Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Widodo dan hadirin menyimak dengan seksama.
"Setengah Abad yang Indah. Di hari Minggu yang sama setengah abad yang lalu kita duduk bersanding dengan penuh bahagia. Di aula Hotel Negara Makassar yang pada waktu itu cukup terpandang. Sekarang sudah bubar itu hotelnya. Setelah pagi ini akad nikah di rumahmu yang dipenuhi para keluarga. Itu hari terindah dalam hidupku," ucap JK yang kemudian mengundang tepuk tangan hadirin.
Berikut puisi lengkap JK untuk sang istri:
Setengah abad yang indah. Di hari minggu yang sama setengah abad yang lalu, kita duduk bersanding dengan penuh bahagia di aula Hotel Negara Makassar yang pada waktu itu cukup terpandang. Sekarang sudah bubar itu hotel. Setelah paginya akad nikah di rumah, yang dipenuhi para keluarga, itu hari terindah dalam hidupku.
Aku pertama kali melihatmu, waktu kita di SMA. Kita bersebelahan kelas, karena kau adik kelasku. Aku terpesona dengan kesederhanaanmu, walaupun kau sempat tak peduli padaku. Aku menyukaimu pada detik pertama aku melihatmu. (Hadirin tepuk tangan)
Tujuh tahun lamanya aku berusaha untuk mendekati dan meyakinkanmu. Tapi engkau seperti jinak jinak merpati. Sama dengan nama jalan di depan rumahmu,, Jalan Merapti Nomor 4. Antara mau dan tidak, sering membingungkan tidak jelas. Aku bersabar berjuang dengan waktu. Namanya pacaran tapi kurang asyik seperti teman-teman saya yang lain.
Ke mana-mana kau dikawal oleh adik-adikmu kayak Paspampres saja. Walaupun aku punya vespa, tapi kamu enggak pernah mau dibonceng. Selama tujuh tahun kita hanya sekali nonton bioskop. Itupun dengan teman temanmu, sehingga untuk bisa memgang tanganmu saja, sangat sulit.
Tapi kutahu hal yang sulit biasanya berakhir manis. Akar budaya kita memang berbeda, antara Bugis dan Minang. Orang tuamu kadang-kadang was-was dan khawatir karena engkau anak perempuan satu satunya. Adiknya laki-laki semua.
Orang tuaku begitu pula sering salah mengerti adat Minang. Kenapa perempuan lebih banyak menentukan, perbedaan yang nyaris menduakan kita. Kalau ke rumahmu harus siap untuk sabar mendengar petuah bapakmu dengan suara yang pelan. Seperti guru menasihati muridnya, karena memang bapak dan ibumu juga guru. Aku ingin menemuimu tapi bapakmu menyembunyikanmu.
Kau baru dipanggil ke luar kalau saya permisi pulang. Sebenarnya itu termasuk perilaku yang kejam (disambut tawa hadirin). Datang ke rumahmu sore hari sebelum magrib. Begitu magrib aku berdiri dengan fasih. Keluar salat berjamaah yang diimami oleh bapakmu.
Ini juga penting dengan bapakmu aku juga lagi salat. Setelah tamat SMA kau bekerja di BNI, sambil kuliah sore. Sampai kuliah aku juga bekerja di kantor bapakku, agar bisa sering terbang ke bank menyetor tabunganku. Sekali seminggu aku minta menjadi asisten dosen dan mengajar di kelasmu tanpa honor. Semua itu agar aku bisa bertemu denganmu dan melihat senyummu.
Berat sekali perjuanganku, tapi demi menatap mata beningmu. Akhirnya kau luluh juga. Ayahku akhirnya memahami perbedaan adat kita, selain buku dan sahabatnnya memberi nasihat, mungkin juga setelah membaca buku Hamka, tenggelamnya Kapal Van Der Wijk. Semua itu karena untuk melihat senyummu, yang mana tadi tuh kelewat. (hadir tertawa).
Saat orang tuaku melamarmu untuk jadi istriku, aku melihat cakrawala tersenyum perjuangan cinta bertahun tahun yang berbuah manis. Setelah kita menikah aku menjalankan perusahaan ayahku. Kau sekretaris, merangkap keuangan karena kita belum bisa mengangkat pegawai tambahan. Jadi gajinya dobel.
Di samping mengasuh anak juga mengurus rumah dengan baik. Lima anak kita kau asuh sendiri tanpa suster suster seperti cucu kita sekarang. Kau bagaikan wonder women untukku. Selama 50 tahun kau chief terbaik yang ku kenal, karenanya jarang sekali kita makan di restoran. Di kantor pun setiap hari kau kirim makanan. Teman teman selalu menunggu apa yang akan kau hidangkan. Kau tahu cintamu terus mengitariku karena hidangan enak yang kau buat.
50 Tahun kita jalani, 33 tahun di Makassar dan 17 tahun di Jakarta. Sungguh suatu perjalanan yang panjang. Kita jalani hidup tanpa mengubah cara, kita tidak berubah kecuali di jalan kalau macet. Karena banyak polisi.
Aku suka kesederhanaanmu sejak pertama aku melihatmu dan sekarang kesederhanaanmu terindah. Secara ekonomi, gaji pejabat negara tidak besar, termasuk bapak Jokowi juga tidak besar. Lebih besar hasil usahamu yang bermacam macam. Dari menanam bunga sampai tambak udang yang kau urus dari meja riasmu sampai menelepon. Mungkin perpaduan semangat Minang dan Bugis yang kau alami. Kau perempuan hebat istriku, dalam aura kesederhanaanmu tersimpan energi yang dahsyat.
Orang bugis tak fasih berkata kata indah. Kecintaannya ditunjukkan oleh perilaku, bahasa tubuh, dan senyumnya. Untuk romantispun aku tak pandai ucapkan dengan kata-kata. Karena itu aku minta maaf kepadamu, karena selama 50 tahun aku tak pernah beri bunga sambil berucap i love you.
Terima kasih.
Usai membacakan puisi, tiba-tiba muncul teriakan dari cucu JK, "cium..cium..cium." Akhirnya JK mencium istrinya disambut tepuk tangan.

Jusuf Kalla bersama sang istri

Jusuf Kalla bersama sang istri (Foto: Yudhistira Amran/kumparan)

Kamis, 24 Agustus 2017

M. Jusuf. Panglima Dari Bugis , Kesayangan Para Prajurit, Berani Menggebrak Meja di Depan Soeharto

M. Jusuf, Panglima Kesayangan Para Prajurit

Tokoh militer Indonesia Jenderal M Jusuf. FOTO/Istimewa

Panglima ABRI asal Indonesia Timur ini rajin menyambangi prajurit-prajurit bawahan dan sangat populer karenanya.
Jabatan Panglima di Tentara Nasional Indonesia (TNI), yang dulu disebut Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI), kebanyakan diisi orang kelahiran Jawa dan Sumatera. Dalam sejarah ABRI, hanya satu orang saja dari Indonesia Timur yang pernah menjadi orang nomor satu di kesatuan ini, yakni Andi Muhammad Jusuf Amir alias Andi Mo'mang. Di masa Orde Baru, yang menjabat Panglima ABRI/TNI merangkap Menteri Pertahanan Keamanan (Menhankam). 

Menggebrak Meja di Depan Soeharto
Jusuf sudah 14 tahun tak jadi komandan atau panglima atau staf militer ketika ia menjadi Panglima ABRI. Jabatan militer terakhirnya adalah Panglima Komando Daerah Militer (KODAM) Hasanuddin (1960-1964). Setelahnya, dia menjadi menteri perindustrian (1964-1978), sejak akhir pemerintahan Sukarno dan dekade awal pemerintahan Soeharto. 

Sebagai Panglima ABRI, Jusuf yang rajin menyambangi bawahan menjadi populer di kalangan prajurit ABRI. Bahkan, ia kerap memberi kenaikan pangkat langsung di lapangan. Hal ini menimbulkan isu bahwa Jusuf hendak menggantikan Soeharto sebagai presiden. 

Suatu kali, Soeharto mengumpulkan jenderal-jenderalnya. Ada Menteri Dalam Negeri Amir Machmud, Menteri Sekretaris Negara Sudharmono, serta Asisten Intel Hankam Leonardus Benjamin Moerdani. Menanggapi tuduhan itu, dalam pertemuannya dengan Soeharto itu, Jusuf menggebrak meja. 
 
"Bohong! Itu tidak benar semua! Saya ini diminta untuk jadi Menhankam/Pangab karena perintah Bapak Presiden. Saya ini orang Bugis. Jadi saya sendiri tidak tahu arti kata kemanunggalan yang bahasa Jawa itu. Tapi saya laksanakan tugas itu sebaik-baiknya tanpa tujuan apa-apa," kata Jusuf seperti dicatat dalam biografi M. Jusuf yang ditulis Atmadji Sumarkidjo, Jenderal M Jusuf: Panglima Para Prajurit (2006). 

Semua yang hadir terkejut dan terdiam. Sebelumnya, tak pernah ada yang berani menggebrak meja di hadapan Presiden Soeharto. Pertemuan itu pun dibubarkan. 

Pernah ada kejadian, Jusuf dapat surat dari seorang perwira (Mayor X) pada 26 Februari 1983. Jusuf yang kenal dengan sang pengirim surat enggan membeberkan identitasnya. Kala itu, Jusuf akan digantikan oleh Moerdani menjadi panglima dan perwira ini tidak suka kepada Moerdani. 

"Saat ini adalah detik-detik bersejarah. Bapak terpanggil untuk menyelamatkan negara. Bapak jangan goyah. Demi TNI kita yang tercinta kalau berdiri teguh sekarang—pasti menang," tulis Mayor X. Jusuf akhirnya bertemu dengan mayor tersebut di sebuah tangsi sekitar Jakarta Timur. 

Di tangsi itu, Jusuf "menemui sejumlah perwira menengah yang telah dikumpulkan Mayor X tadi. Di sana ia mampu menunjukkan kewibawaannya dan meminta mereka tidak melakukan perlawanan atau gerakan lain yang bisa merusak jatidiri TNI," tulis Atmadji Sumarkidjo. 

"Aku paham jiwa-jiwa mereka yang memprotes atau kecewa karena rupanya mereka juga mendengar rencana pergantian Menhankam/Pangab," kata Jusuf dalam buku yang ditulis Atmadji. "Tetapi dalam sejarah dan budaya TNI tidak mengenal istilah protes, memberontak atau membangkang perintah." 

Mereka pun menurut pada Jusuf. Setelah tak jadi menteri dan panglima, Jusuf menjadi anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sejak 1983 hingga 1993. 

Jadi Tentara Karena Revolusi dan Keterusan

Tak seperti orang Jawa, Minahasa, dan Ambon, tak banyak orang Bugis yang menjadi serdadu KNIL. Memang ada segelintir orang Bugis yang menjadi kombatan, tapi kebanyakan pantang jadi serdadu. Revolusi kemerdekaanlah yang membuat M. Jusuf jadi tentara, seperti halnya Wolter Mongisidi atau Emmy Saelan. Nama terakhir adalah kakak dari mantan kapten tim nasional sepakbola Indonesia dan juga kakak dari istri kedua Jusuf di kemudian hari, Elly Saelan. 
Menurut catatan Barbara Sillar Harvey dalam Pemberontakan Kahar Muzakkar: Dari Tradisi Ke DI/TII(1989), dari Sulawesi pada "bulan September (dia) pergi ke Jawa dengan perahu." Jusuf kala itu jadi bagian dari proyek ekspedisi militer Republik ke Sulawesi, Tentara Rakyat Indonesia Persiapan Sulawesi (TRI-PS) pertama. Ekspedisi yang dipimpin Jusuf berangkat sekitar Juni 1946. Sialnya, ia tertangkap tentara Belanda di lepas pantai Bali dan ditawan di Surabaya selama setahun. 

Beruntung, Andi Gappa, abangnya yang anggota Parlemen dari Negara Indonesia Timur (NIT), mengurus pembebasannya. Setelah bebas, dia kembali ke Yogyakarta, dan sempat jadi ajudan Kahar Muzakkar. Ketika itu, pangkat pemuda yang pernah sekolah di Hollandsche Inlandsche School (HIS) Watampone ini adalah kapten. Menjelang Belanda angkat kaki, Jusuf mengikuti latihan Corps Polisi Militer pada 1949. Sebelum revolusi betul-betul kelar, laki-laki dengan nama asli Andi Mo'mang ini disuruh kawin. 

"Menurut AM Fatwa, seorang sepupu Jusuf, Kaharlah yang mendesak Jusuf untuk segera kawin," tulis Salim Said dalam Menyaksikan 30 Tahun Pemerintahan Otorites Soeharto (2016). Masih menurut Salim, kawan seperjuangan yang sama-sama berasal dari Sulawesi Selatan, Andi Mattalata—yang kemudian hari jadi Panglima di Sulawesi Selatan juga seperti Jusuf—bertindak sebagai pemimpin panitia perkawinan Jusuf. 

Jusuf menikahi Maesaroh, yang merupakan cicit dari pendiri Muhammadiyah Ahmad Dahlan. Dari pernikahan itu, Jusuf memperoleh satu anak perempuan tapi berakhir dengan perceraian. Jusuf kemudian menikah lagi dengan Elly Saelan hingga akhir hayatnya pada 2004 itu. Dari ikatan itu, ia beroleh satu anak, Jaury Jusuf Putra, yang meninggal ketika masih bocah. 

Selama di Yogyakarta, Jusuf mulai dikenal Sukarno. Bersama mertuanya, Jusuf sering mendatangi Istana Gedung Agung Yogyakarta, tempat tinggal Presiden Sukarno sebagai kala itu. Menurut Andi Mattalata dalam memoarnya Meniti Siri' dan harga Diri (2003), "perangai Kapten Andi Mo'mang sopan dan halus, sangat menarik simpati Presiden. Akhirnya, Kapten Andi Mo'mang dianggap sebagai anak tertua dari Bung Karno." 


M. Jusuf, Panglima Kesayangan Para Prajurit
Setelah terlibat dalam ekspedisi militer ke Indonesia Timur, Jusuf menginjakkan lagi tanah leluhurnya, Sulawesi Selatan. Dengan pangkat kapten, dia melanjutkan karier militernya meski Belanda sudah angkat kaki. Dia berdinas di Sulawesi Selatan yang penuh gejolak pemberontakan yang dilakukan bekas atasannya, Kahar Muzakkar. Dia sempat juga jadi Komandan Resimen Infantri (RI) ke-24 di Manado. 

Namanya pun tercatat sebagai penandatangan Piagam Perjuangan Rakyat Semesta (Permesta) pada 1957. Namun, dia tak ikut arus pemberontakan. Dia hanya berpikir sebagai tentara: melaksanakan apa yang ditugaskan oleh atasan dan ikut kata pemerintah. "Karir Jusuf menanjak ketika teman-temannya di Permesta akhirnya menjadi pemberontak yang ditumpas TNI," tulis Salim Said. 
 
Akhirnya, Jusuf menjadi Panglima Kodam di Sulawesi Selatan dengan pangkat kolonel. Hampir lima tahun dia menjadi Panglima Kodam dengan masalah berat yang sulit diatasi pendahulu-pendahulunya sebagai panglima di daerah itu: meredakan pemberontakan Kahar Muzakkar. Di masanya, berkat bantuan pasukan pemukul dari Kodam Siliwangi, Kahar Muzakkar berhasil ditembak mati oleh para prajurit maung pada 3 Februari 1965. 

Beberapa bulan kemudian, setelah Kahar tertembak, Jusuf ditarik Sukarno menjadi Menteri Perindustrian Ringan. Sampai 14 tahun kemudian, dia tak berkarier di militer meski pangkatnya terus naik. Sebagai menteri, pangkatnya menjadi Brigadir Jenderal. Ketika Sukarno jatuh, dia termasuk jenderal yang menemui sang presiden bersama Basuki Rahmad dan Amir Machmud. 

Mereka bertiga menjadi tokoh penting di balik Surat Perintah 11 Maret 1965 (Supersemar). Setelahnya, dia terus jadi menteri sampai gebrakan tangannya di meja Soeharto. 

Kamis, 03 Agustus 2017

10 Sifat Istri Yang Membuat Rezeki Suami Mengalir Deras




Banyak suami yang mungkin tidak tahu kalau rejekinya dengan izin Allah mengalir lancar atas peran istri. Memang tidak dapat dilihat secara kasat mata, tetapi dapat dijelaskan secara spiritual kalau 10 karakter istri ini 'membantu' menghadirkan rejeki untuk suaminya.

1. Istri yang pandai bersyukur

Istri yang bersyukur atas semua karunia Allah pada hakikatnya dia sedang mengundang tambahan nikmat untuk suaminya. Termasuk juga rejeki. Miliki suami, bersyukur. Jadi ibu, bersyukur. Anak-anak dapat mengaji, bersyukur. Suami memberi nafkah, bersyukur.

2. Istri yang tawakal kepada Allah

Di waktu seseorang bertawakkal pada Allah, Allah akan mencukupi rejekinya.
"Dan barangsiapa yang bertawakkal pada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. " (QS. Ath Thalaq : 3).
Bila seseorang istri bertawakkal pada Allah, sementara dia tidak bekerja, dari mana dia dicukupkan rejekinya. Allah akan mencukupkannya dari jalan lain, tidak selamanya harus langsung diberikan pada wanita itu. 

3. Istri yang baik agamanya

Rasulullah menjelaskan kalau wanita dinikahi karena empat perkara. Karena hartanya, kecantikannya, nasabnya dan agamanya.
"Pilihlah karena agamanya, niscaya kamu beruntung" (HR. Al Bukhari dan Muslim). 
Beruntung itu beruntung didunia dan di akhirat. Beruntung didunia, salah satu aspeknya yaitu dimudahkan mendapatkan rejeki yang halal.
Coba kita perhatikan, insya Allah tidak ada satu pun keluarga yang semua anggotanya patuh pada Allah lalu mereka mati kelaparan atau nasibnya mengenaskan. 

4. Istri yang banyak beristighfar

Diantara keutamaan istighfar yaitu mendatangkan rejeki. Hal semacam itu dapat dilihat dalam Surat Nuh ayat 10 sampai 12. Kalau dengan memperbanyak istighfar, Allah akan mengirimkan hujan dan memperbanyak harta.
"Maka saya katakan pada mereka, 'Mohonlah ampun pada Tuhanmu', sesunguhnya Dia adalah Maha Pengampun, pasti Dia akan mengirimkan hujan padamu dengan lebat, memperbanyak harta dan anak-anakmu, mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (juga di dalamnya) sungai-sungai untukmu" (QS. Nuh : 10-12).

5. Istri yang gemar silaturahim

Istri yang gemar menyambung silaturahim, baik pada orang tuanya, mertuanya, sanak familinya, serta saudari-saudari seaqidah, pada intinya ia tengah menolong suaminya membuat lancar rejeki. Sebab keutamaan silaturahim adalah dilapangkan rejekinya dan dipanjangkan umurnya.
"Siapa yang suka dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung silaturrahmi. " (HR. Al Bukhari dan Muslim).

6. Istri yang suka bersedekah

Istri yang suka bersedekah, dia juga pada hakikatnya sedang melipatgandakan rejeki suaminya. Sebab salah satu keutamaan sedekah seperti disebutkan dalam surat Al Baqarah, akan dilipatgandakan Allah sampai 700 kali lipat. Bahkan sampai kelipatan lain sesuai kehendak Allah.
Bila istri diberi nafkah oleh suaminya, lalu sebagiannya ia gunakan untuk sedekah, mungkin tidak segera dibalas melaluinya. Tetapi bisa jadi dibalas melalui suaminya. Jadilah pekerjaan suaminya lancar, rejekinya berlimpah.
"Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir ada seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) untuk siapapun yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui. " (QS. Al Baqarah : 261).

7. Istri yang bertaqwa

Orang yang bertaqwa akan mendapatkan jaminan rejeki dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Bahkan ia akan mendapatkan rejeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Seperti firman Allah dalam surat Ath Talaq ayat 2 dan 3.
"Barangsiapa bertaqwa pada Allah, niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya serta memberinya rizki dari arah yg tidak disangka-sangka" (QS. At Thalaq : 2-3).

8. Istri yang selalu mendoakan suaminya

Bila seorang ingin mendapatkan suatu hal, ia perlu mengetahui siapakah yang memilikinya. Ia tidak dapat mendapatkan suatu hal itu tetapi dari pemiliknya. Begitulah rejeki. Rejeki sebenarnya adalah pemberian dari Allah Azza wa Jalla. Dialah yang Maha Pemberi rejeki. Jadi jangan hanya mengandalkan usaha manusiawi tetapi perbanyaklah berdoa memohon kepadaNya. Doakan suami supaya selalu mendapatkan limpahan rejeki dari Allah, dan yakinlah bila istri berdoa pada Allah untuk suaminya pasti Allah akan mengabulkannya.
"DanTuhanmu berfirman : Berdoalah kepadaKu niscaya Aku kabulkan" (QS. Ghafir : 60).

9. Istri yang suka shalat dhuha

Shalat dhuha adalah shalat sunnah yang luar biasa keutamaannya. Shalat dhuha dua raka'at setara dengan 360 sedekah untuk menggantikan hutang sedekah setiap persendian. Shalat dhuha empat rakaat, Allah akan menjamin rejekinya sepanjang hari.
"Di dalam tubuh manusia ada 360 sendi, yang semuanya harus di keluarkan sedekahnya. " Mereka (para sahabat) bertanya, "Siapakah yang dapat melakukan itu wahai Nabiyullah? " Beliau menjawab, "Engkau membersihkan dahak yang ada didalam masjid adalah sedekah, engkau menyingkirkan suatu hal yang mengganggu dari jalan adalah sedekah. Jadi bila engkau tidak menemukannya (sedekah sebanyak itu), jadi dua raka'at Dhuha telah mencukupimu. " (HR. Abu Dawud)
Allah 'Azza wa Jalla berfirman, "Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Saya cukupkan untukmu di sepanjang hari itu. " (HR. Ahmad).

10. Istri yang taat dan melayani suaminya

Salah satu kewajiban istri pada suami adalah mentaatinya. Selama perintah suami tidak dalam rangka mendurhakai Allah dan RasulNya, istri wajib mentaatinya.
Apa hubungannya dengan rezeki? Ketika seorang istri taat pada suaminya, jadi hati suaminya juga tenang dan damai. Saat hatinya damai, ia dapat berpikir lebih jernih dan kreatifitasnya muncul. Semangat kerjanya juga menggebu. Ibadah juga lebih tenang, rizki mengalir lancar.

Selasa, 01 Agustus 2017

Kereeen ....Ini Lirik Nasionalis 'Despacito' Prajurit TNI yang Videonya Viral

Ini Lirik Nasionalis Despacito Prajurit TNI yang Videonya Viral

Prajurit TNI menyanyikan 'Despacito'. (Foto: screenshot YouTube Puspen TNI)
Jakarta - Lirik lagu 'Despacito' dinyanyikan oleh seorang prajurit TNI yang videonya viral terasa nasionalis dan bertema toleransi. Pemuda Indonesia diajak untuk tidak saling menghina, melainkan saling menjaga antarumat beragama. 

'Despacito' adalah lagu yang dinyanyikan oleh Luis Fonsi, rapper Daddy Yankee, dan menggandeng Justin Bieber. Saat ini Despacito merupakan lagu yang paling banyak di-streaming di dunia.

Di tangan prajurit TNI, lirik Despacito diubah menjadi berbahasa Indonesia. Dia membahas soal sumpah pemuda dan mengingatkan bahwa Indonesia terdiri atas berbagai macam suku dan agama namun tetap sama. 

Video tersebut diunggah di akun YouTube Puspen TNI dan dibagikan oleh akun Twitter Pusat Penerangan TNI yang terverifikasi. Saat dilihat detikcom pada Rabu (2/8/2017), video berjudul 'Jeritan Hati TNI' itu sudah dilihat 615 kali. 

<iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/A5lPURZH2lo" frameborder="0" allowfullscreen></iframe>

Berikut lirik lengkap 'Despacito' versi prajurit TNI:

Hei
para pemuda pemudi Indonesia
marilah kita saling menjaga
janganlah kita saling menghina
sesama umat beragama

Dulu 
tekad pemuda pemudi Indonesia
untuk mewujudkan sumpah pemuda
agar tercipta hidup damai sentosa

Uyeah
berbangsa satu bangsa Indonesia
bertanah air satu Indonesia
berbahasa satu bahasa Indonesia

Indonesia
itulah nama negara kita
negara yang selalu kita bangga
yang selalu penuh dengan cinta 

Indonesia
berbagai macam suku dan agama
kita berbeda tapi tetap sama
karena kita bhinneka tunggal ika

mari marilah kita saling menjaga
antarumat beragama
karena kita bersaudara

jangan janganlah kita saling menghina
sesama anak bangsa
karena kita Indonesia

Indonesia.... 

Selasa, 06 Juni 2017

Bank Indonesia Siapkan Rp 200 Triliun untuk Penukaran Uang Lebaran



Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyiapkan pecahan uang kecil untuk kebutuhan Lebaran tahun ini mencapai Rp 200 triliun. Persediaan tersebut lebih tinggi dari perkiraan kebutuhan uang kartal saat Lebaran yang mencapai Rp 167 triliun.

"Stok kita posisi kita sekarang hampir Rp 200 triliun, itu semua pecahan. Kalau prediksi kami kebutuhan Rp 167 triliun jadi lebih dari cukup," jelas Deputi Gubernur BI, Sugeng di Lapangan IRTI Monas, Jakarta Pusat, Rabu (7/6/2017).

Persediaan uang pecahan kecil oleh BI meliputi rupiah emisi lama dan emisi baru tahun 2016. Dari persediaan BI sebesar Rp 200 triliun, Rp 70 triliun di antaranya merupakan rupiah emisi 2016 yang dirilis akhir tahun lalu.

"Jadi dalam kesempatan ini akan mencukupinya baik dari emisi lama maupun baru. Belum bisa semuanya emisi baru, emisi baru sekitar Rp 70 triliun, sisanya dipasok emisi lama," tutur Sugeng.

Sugeng menambahkan, penukaran uang pecahan kecil bisa dilakukan di kota-kota besar lainnya di seluruh Indonesia. Penukaran uang pecahan kecil selain di Monas juga bisa dilakukan di bank dan 45 kantor perwakilan BI yang tersebar di seluruh Indonesia.


"Supaya penyebaran uang baik dalam jumlah cukup, kemudian dalam pecahan yang diharapkan masyarakat, kami melalui kegiatan kas titipan yang sudah kita lakukan kerja sama dengan perbankan ada 77 ditambah 45 kantor perwakilan BI. Jadi sudah ada 122 titik distribusi seluruh Indonesia," ujar Sugeng.

Ustaz Arifin Ilham: Terorisme Itu Bukan Jihad


 Ustaz Arifin Ilham

Astagfirullahal adzhiim...terorisme, barbarisme, bom bunuh diri, bom kimia, pembataian, dan kekejaman lainnya bukanlah jihad dan itu bukan ajaran Islam.

Islam agama damai dan keselamatan, karena itulah kita disebut muslimun, kaum para penyelamat, kaum yang suka damai. Kalaupun berperang karena, kezaliman yang luar biasa terjadi pada umat yang mulia ini. Berperang karena diperangi, berperang karena membela diri, di sinilah jihad itu menjadi wajib.

أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا وَإِنَّ اللَّهَ عَلَى نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ (الحج : ٣٩)

"Telah diizinkan berperang bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu" (QS al-Hajj 39).

Syariat jihad terbagi dua, jihadul harbi, jihad perang, angkat senjata di wilayah umat Islam diperangi, seperti di Palestina, Afghanistan, Irak, Suriah, Afrika Tengah, dan sebagainya. Itupun dengan adab perang mulia, tidak boleh merusak tempat ibadah manusia, membunuh anak anak, para wanita, dan orang tua yang tidak berperang dan sebagainya. 

Simaklah sabda Rasulullah ini, "Janganlah kamu berkhianat, janganlah kamu melakukan sadisme pada musuh, jangan membunuh anak-anak, wanita dan orang tua" (HR Ath-Thabrani & Abu Daud).

Tetapi, di wilayah damai, seperti di negeri kita tercinta Indonesia adalah jihadud dakwah, jihad dakwah, dangan lisan, tulisan dan apa pun yang Allah amanahkan pada kita menjadi medan dakwah, harta, media sosial FBInstagram, WA dan sebagainya. Karena hak tujuannya, maka sabar dan kasih sayang strateginya.

Subhanallah, sampai-sampai Rasulullah mengibaratkan seorang mukmin "kannahli" seperti lebah, karekter mukmin mirip dengan karekter lebah, makannya lebah sari pati bunga (halal bervitamin), yang dikeluarkan lebah adalah madu (berakhlak mulia, bicara santun). Kalau lebah hinggap tidak merusak bahkan menyuburkan (tidak merusak, bukan teroris, malah membawa kebaikan). Lebah sangat kompak (ukhuwah persaudaraan seimannya kuat), kalau satu lebah disakiti, maka lebah bersatu membelanya (punya izzah, sangat ditakuti lawan). Kalau ada lebah makan yang kotor, maka para lebah bersatu mengusirnya (terjaga dari pengkhianat), dan sengatan lebah pun menjadi obat (jihad pun berdampak positif).

Subhanallah betapa indahnya, mulianya akhlak seorang mukmin itu sahabatku. Semoga saudara-saudara kita dari sipil maupun polisi yang menjadi korban kezholiman di kampung Melayu kemarin dirahmati Allah SWT, diampuni semua dosa-dosa mereka, dan Allah jadikan kuburan mereka sebagai taman syurga-Nya, aamiin.

Allahumma ya Allah selamatkan dan menangkan para mujahidin kami di Palestina, Afghanistan, Irak, Suriah dan seluruh wilayah umat Islam yang diperangi, dan berkahilah negeri kami Indonesia dengan kesalehan para pemimpin dan rakyatnya, dan selamatkanlah negeri kami dari aksi para teroris ... amiin.

Jumat, 02 Juni 2017

Bagaimana Cara Bayar Utang Puasa yang Bertahun-tahun Lalu?

Bagaimana Cara Bayar Utang Puasa yang Bertahun-tahun Lalu?Foto: Ustaz Adi Hidayat Lc,MA (detikcom)

Jakarta
 - Sebagian orang mungkin lupa memiliki utang puasa pada Ramadan tahun-tahun sebelumnya. Lalu bagaimana hukum bagi orang yang memiliki utang puasa menahun?

Menjawab pertanyaan itu Ustaz Adi Hidayat Lc, MA menjelaskan bahwa para ulama sepakat setiap puasa yang pernah tertinggal, hukumnya wajib di qadha. Puasa qadha dilaksanakan di bulan selain Ramadan.

Ustaz Adi menjelaskan Alquran Surat Al Baqarah ayat 184-185:

"(Yaitu) dalam beberapa hari yang ditententukan. Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu dia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu), memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui," QS Al Baqarah 184.

"(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah dia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu dia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesu-karan bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjukNya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur," QS Al Baqarah 185.

Dari dua ayat tersebut, Ustaz Adi menerangkan ulama terbagi dua pendapat. Mayoritas ulama berpendapat selain meng qadha puasa, orang yang berhutang puasa juga harus membayar fidyah dengan cara memberi makan seorang miskin.

"Ini pendapat dari kalangan mahzab Maliki, Syafi'i, juga Hambali. Orang yang meninggalkan puasa ini ditambah fidyah. Mayoritas ulama berpendapat menggabungkan keduanya (qadha puasa dan bayar fidyah)," jelas Ustaz Adi.

Ustaz Adi melanjutkan, sementara itu pendapat berbeda disampaikan oleh Imam Abu Hanifah. Imam Abu Hanifah berpendapat tidak bisa menggabungkan dua hal, qadha dan fidyah, melainkan hanya pilihan. 

"Menurut Abu Hanifah kalau Anda ingin meng qadha, maka Anda meng qadha, tidak harus menambahkan dengan fidyah. Sekalipun qadha yang diutamakan, bukan fidyah-nya," paparUstaz Adi. 

Meski ada perbedaan, Ustaz Adi menyerahkan sepenuhnya keyakinan pada individu masing-masing.

"Silakan Anda mengambil kemudahan, dan yang paling yakin dalam diri Anda," imbaunya.

Sumber : www.detik.com

Selasa, 30 Mei 2017

Hukum Berpuasa dalam Keadaan Junub di Waktu Subuh



Junub secara etimologi adalah bermakna jauh. Adapun pengertian dalam istilah syar'i ialah "terjauhkannya seseorang dari ibadah-ibadah tertentu karena sebab keadaannya yang junub." 

Sedangkan menurut  Imam Nawawi rahimahullah, junub itu berarti keluarnya mani (sperma). Juga junub adalah istilah bagi yang melakukan hubungan intim, meski tidak sampai keluar mani (ejakulasi). 

Disebut junub karena ia menjauh dari shalat, menjauh dari masjid, menjauh dari membaca Al-Qur'an. Lalu bagaimana hukumnya orang berpuasa tapi masih junub dipagi hari? Orang yang dalam keadaan junub, baik karena hubungan suami istri atau karena mimpi, sehingga kesiangan bangun tidur hingga telah masuk waktu shalat subuh, tetap wajib melaksanakan puasa Ramadhan. Meskipun dia masih dalam keadaan junub. Keadaannya itu tidak menghalanginya dari berpuasa. Sebab ibadah puasa itu pada hakikatnya tidak mensyaratkan kesucian seseorang dari hadats besar dan hadats kecil kecuali khusus untuk perempuan yang belum berhenti haidh dan nifasnya dimalam harinya.

Ibadah puasa berbeda dengan ibadah shalat, tawaf dan lainnya yang mensyaratkan pelakunya harus suci dari hadats besar dan kecil. Khatib Syarbaini mengatakan : 

"Dan jika suci perempuan yang berhaidh atau yang bernifas pada malam hari dan berniat puasa, seterusnya berpuasa atau berpuasa orang yang berjunub dengan tidak mandi terlebih dahulu, maka sah puasanya." (Khatib Syarbaini, Mughni al- Muhtaj, Darul Fikri, Beirut, Juz. I, Hal. 436) 

Firman Allah Swt :

 فَالْآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ ۚ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ۖ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ 

"Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam." (QS. Al Baqarah: 187).

Imam Nawawi rahimahullah berkata, "Yang dimaksud dengan mubasyaroh (basyiruhunna) dalam ayat di atas adalah jima' atau hubungan intim.

Dalam lanjutan ayat disebutkan "ikutilah apa yang telah ditetapkan oleh Allah untuk kalian". Jika jima' itu dibolehkan hingga terbit fajar (waktu Subuh), maka tentu diduga ketika masuk Subuh masih dalam keadaan junub. Puasa ketika itu pun sah karena Allah perintahkan "sempurnakanlah puasa itu sampai datang malam." 

Hadits Rasulullah Saw : 
Aisyah r.a. berkata : "Aku bersaksi bahwa Rasulullah Saw jika beliau bangun subuh dalam keadaan berjunub karena bersetubuh, bukan karena mimpi, maka kemudian beliau meneruskan puasanya." 
(HR. Bukhari) 

Hadits Rasulullah Saw :

 "Rasulullah Saw pernah mendapati fajar pada bulan Ramadhan, sedangkan beliau dalam keadaan berjunub bukan karena mimpi, lalu beliau mandi dan kemudian melaksanakan puasa." (HR. Muslim)

Namun, meskipun diperbolehkan mandi junub saat puasa, ulama' menganjurkan (sunat) untuk melakukan mandi junub sebelum terbitnya fajar dengan tujuan : 

1. Supaya kita mengerjakan ibadah puasa dalam keadaan suci dari hadats besar. 

2. Apabila mandi junub dilaksanakan sesudah subuh, dikhawatirkan kemasukan air saat mandi,meskipun puasanya tidak batal selama masuknya air bukan karena ia mandi dengan cara masuk kedalam air ( inghimas ),jika masuknya air karena ia mandi dengan cara masuk ke air maka puasanya batal. 

Demikianlah sahabat bacaan madani ulasan tentang hukum orang yang berpuasa masih dalam keadaan junub. Mudah-mudahan diberikan kemudahan untuk kita melaksanakan mandi junub sebelum waktu subuh masuk, terutama di bulan Ramadhan ini. Aamiin.

Sumber : http://www.bacaanmadani.com

Kamis, 09 Februari 2017

BeritaTerkiniOnline.com

BeritaTerkiniOnline.com


Setelah Menolak Islam Selama 23 Tahun, Akhirnya Bersyahadat di Saat Menjelang Ajal

Posted: 08 Feb 2017 07:33 AM PST

BeritaTerkiniOnline – Setelah Menolak Islam Selama 23 Tahun, Akhirnya Bersyahadat di Saat Menjelang Ajal
Green adalah bekas Komisaris  Barclays Bank di Kaherah, dan puteranya Abdur Rahim Green mencari dan memeluk Islam lebih dari 20 tahun yang lalu, dan saat ini ia menjadi tokoh terkenal di kalangan sarjana Muslim di Inggeris.

Sebelumnya Abdur Rahim berfikir bahwa ayahnya tidak akan memeluk islam, namun kehendak Allah, ayahnya Green akhirnya masuk Islam hanya sepuluh hari sebelum ia meninggal.

Mengutip sebuah hadis Nabi yang berbunyi:

"Semoga wajahnya digosok dalam debu (semoga dia menjadi terhina) serta masuk neraka orang yang salah satu orang tuanya sudah mencapai usia tua namun dia tidak melayani mereka."

Abdul Rahim Green kemudian mengatakan "Itulah sebabnya mengapa saya memutuskan untuk meluangkan waktu saya di sini untuk berbakti dengan ibu saya setelah kematian ayah saya.

Kematian ayah saya adalah sesuatu yang membuat saya sangat bahagia, dan merupakan kisah luar biasa tentang bagaimana hanya sepuluh hari sebelum ia meninggal, ia diberkati untuk mengucapkan dua kalimat Syahadat.

Allah SWT hanya menyuruh kita untuk berdakwah dan kita tidak boleh mengubah siapa pun untuk berubah menjadi Islam kecuali dengan izin Allah. Tugas kita adalah untuk menyampaikan dakwah, untuk menjelaskan kepada orang dengan cara terbaik yang kita boleh, hidayah hanya ada di tangan Allah SWT.

Saya tidak pernah berfikir bahawa ayah saya mengucapkan kalimat Syahadah. Ayah saya adalah seorang ayah yang luar biasa, dia mempunyai personaliti yang luar biasa dan tidak ada yang  menggambarkan dia sebagai orang yang buruk.

Selama 23 tahun, sejak saya menjadi seorang Muslim, saya telah mengajak ayah saya untuk masuk Islam. Dan saya memutuskan untuk memberikan contoh terbaik saya yang mungkin bisa menggambarkan Islam sebenarnya, tentang bagaimana Islam memandang hidup, tentang bagaimana Islam mengajar saya untuk menghormati dia sebagai orang tua.

Tapi saya berfikir bahawa ayah saya berfikiran sangat tertutup terhadap Islam, jadi saya tidak pernah berharap penuh bahawa ia akan menjadi seorang Muslim.

Ayah saya telah sakit selama beberapa tahun, dan ibu saya berfikir bahawa ia tidak akan sembuh dari sakitnya. Sebagaimana yang terjadi, beberapa minggu ketika saya kembali dari Inggeris, saya tiba di RS dan terus pergi menemui ayah saya.

Saya menatapnya dan saya berfikir bahawa ia mungkin meninggal malam ini. Jadi, saya berfikir, jika saya tidak mengatakan sesuatu tentang Islam, saya tidak akan memaafkan diri saya sendiri.

Saya tahu bahawa saya coba mengajaknya masuk Islam melalui banyak cara. Tapi saya berfikir bahawa saya perlu membuat usaha yang terakhir.

Saya telah menghabiskan waktu yang lama memikirkan apa yang bisa saya katakan. Bagaimana saya boleh mengatakannya? Apa cara yang tepat untuk mendekatinya? Dia sudah terlalu penat, jadi saya tidak mahu membuat dia kesusahan, saya tidak mahu membuat dia menjadi lebih marah.

Sejujurnya saya takut bahawa ia mungkin mengatakan "Tidak," dan menolak ajakan saya. Dan saya bahkan bimbang bahawa jika ia memang mengatakan Syahadah tetapi tidak masuk ke dalam Islam, kemudian ia sembuh dan pulang ke rumah dan menjadi lebih angkuh tentang Islam, hal itu lebih menakutkan saya.

Ini benar-benar hal yang sulit. Setiap mualaf yang mempunyai orang tua yang belum muslim, mereka pasti mengalami dilema ini seperti yang saya alami.

Namun janganlah meremehkan kekuatan dari doa, karena itu maka ketika saya merasa buntu, saya meminta Allah untuk membantu saya mencari sesuatu untuk dikatakan kepada ayah saya.

Saat ia berbaring di tempat tidur, saya berkata kepadanya:

"Ayah! Saya ada sesuatu yang sangat penting untuk saya beritahu kepada ayah, apakah ayah mau mendengarkannya?"

Ayah saya tidak bisa berbicara dengan baik, jadi dia mengangguk. Lalu saya berkata:

"saya ada sesuatu untuk dikatakan, jika saya tidak mengatakannya, saya akan menyesalinya"

Dan kemudian saya mengatakan kepadanya bahawa "di hari kiamat, seorang lelaki akan datang di depan Allah dengan banyak perbuatan dosa serta kemaksiatan, dan Allah akan berkata kepadanya, anda mempunyai sesuatu yang melampaui semua itu." Dan orang itu akan berkata, "Apa itu Tuhanku ? " Allah berfirman:

"Ucapkan : Tidak ada Tuhan kecuali Allah dan Muhammad adalah Rasul-Nya. "

Saya berkata, "Jadi ayah, ini adalah kunci syurga, ini adalah kunci kejayaan dalam kehidupan yang akan datang, bagaimana menurut ayah?"

Dan ia menganggukkan kepalanya.

Saya berkata "Apakah itu berarti ayah ingin mengatakan kata-kata tersebut?"

Dan ayah saya berkata "Ya."

Dia menginkuti kata-kata yang saya ucapkan,"Tidak ada Tuhan selain Allah, Muhammad adalah Rasulullah."

Saya harus meninggalkan RS pada hari itu, karena RS mempunyai beberapa peraturan ketat. Saya mengunjunginya pada hari berikutnya, dan dia sudah tidak ingat apa-apa. Dia tidak mampu mengingat satu hal dari sehari ke hari yang lain, bahkan dari jam ke jam yang lain, tapi itu bukan akhir semua itu.

Tiga atau empat hari sebelum ia meninggal, ayah saya berkata: Tolong, tolong bantu saya.

Saya berkata, "Ayah apa yang kau ingin saya lakukan?"

Dia mengatakan "Saya tidak tahu!"

Lalu ia berkata, "Berikan saya sesuatu yang mudah untuk dilakukan."

Saya teringat hadis Nabi:"Ada sesuatu yang ringan di lidah, namun berat di sisi timbangan"Jadi, saya berkata"Ayah jika saya adalah ayah, saya akan terus mengulangi kalimat syahadah berulang-ulang."

Dan dia berkata, "Ya, itulah sebenarnya yang ingin saya lakukan."

Dan kami menghabiskan setengah jam mengulang-ulang kalimat Syahadah itu.

Tidak beberapa lama kemudian, saya berangkat ke Inggeris, dan di sana saya mendengar ayah saya telah meninggal dunia. Subhanallah. Hadiah hidayah yang luar biasa dari Allah kepada ayahku dan kami sekeluarga…. Allahu Akbar !

Sumber : -Dunia Maklumat-

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

Setelah Menolak Islam Selama 23 Tahun, Akhirnya Bersyahadat di Saat Menjelang Ajal
Sumber: YES MUSLIM

Soal Pilkada DKI Jakarta, KH M Arifin Ilham: Ini Tentukan Nasib Bangsa

Posted: 08 Feb 2017 06:35 AM PST

BeritaTerkiniOnline – Soal Pilkada DKI Jakarta, KH M Arifin Ilham: Ini Tentukan Nasib Bangsa


Hajatan Nasional Pilkada serentak akan dihelat pada Kamis, 15 Februari 2017 mendatang. Sebagai Ibu Kota, Pilkada DKI Jakarta memiliki ciri khas dan keseruan tersendiri. Pasalnya, pemenang di Ibu Kota akan menjadi potret pemimpin Republik ini pada pemilihan Presiden dan Wakil Presiden mendatang.
Mengingat pentingnya Pilkada DKI Jakarta ini, Pemimpin Majlis Az-Zikra KH Muhammad Arifin Ilham menyampaikan wasiat secara khusus kepada kaum Muslimin. Ada imabauan sangat penting dari dai kelahiran Banjarmasin yang melihat Pilkada DKI Jakarta sebagai episode yang berpengaruh dalam menentukan perjalanan bangsa Indonesia ke depan.
Kiyai Arifin mengajak kaum Muslimin dan warga Jakarta untuk melihat dan mengenali semua pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur dengan hati yang jernih.
“Lihatlah, kenalilah, istiharahlah, pilihlah, berdoalah, dan tawakkal kepada Allah.” ujar Kiyai Arifin melalui akun fesbuknya pada Rabu (8/2/17)


Beliau meminta kaum Muslimin melihat persoalan memilih pemimpin sebagai hal serius. Ia juga mengingatkan agar tidak ada kaum Muslimin yang golput. Memilih pemimpin akan berpengaruh dalam bagus dan tidaknya perjalanan bangsa Indonesia.
“Jangan pernah remehkan soal pemimpin ini. Dan jangan sekali-kali golput. Walau belum ideal sempurna, ini menentukan perjalanan negeri kita tercinta Indonesia.” lanjut Kiyai Arifin.
Dalam unggahan tersebut, Kiyai Arifin terlihat berfoto bersama dua calon Gubernur DKI Jakarta. Kiyai Arifin Ilham berfoto bersama Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono. [Om Pir/Tarbawia]



Soal Pilkada DKI Jakarta, KH M Arifin Ilham: Ini Tentukan Nasib Bangsa
Sumber: Tarbawia

Pengamat: Aksi 112 Dilarang, Lama-Lama Shalat Subuh Bersama Dilarang Juga

Posted: 08 Feb 2017 06:33 AM PST

BeritaTerkiniOnline – Pengamat: Aksi 112 Dilarang, Lama-Lama Shalat Subuh Bersama Dilarang Juga

Pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar menanggapi terkait Polda Metro Jaya yang melarang aksi 11 Februari atau 112. Menurut Bambang, aksi yang diinisiasi oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI tak seharusnya dilarang karena memberitahukan secara resmi.

"Tampak ada kecenderungan politis tidak sejalan dengan aktivitas GNPF MUI. Nanti lama-lama shalat Subuh bersama pun dilarang," ujar Bambang kepada Republika.co.id, Rabu (8/2).

Bambang mengatakan, dirinya hanya ingin mengingatkan supaya polisi kembali pada jati dirinya sebagai pangayom masyarakat. Bambang berharap polisi tak membeda-bedakan perlakukan kepada pihak tertentu.

Polda Metro Jaya melarang aksi tersebut dengan alasan menjaga situasi kondusif menjelang pencoblosan. Polda pun akan menindak tegas apabila aksi tersebut tetap digelar. Bambang menilai, sikap yang ditunjukan Polda Metro Jaya tersebut menandakan mereka menaruh curiga terhadap rencana aksi tersebut yaitu akan memunculkan ketidakamanan.

"Lho tugas polisi kan menjaga keamanan, bukan menjaga yang aman-aman,” kata Bambang.

Untuk diketahui, GNPF MUI berencana menggelar aksi 112. Mereka akan berkumpul di Masjid Istiqlal menuju Monas, berjalan ke Bundaran HI dan kembali ke Monas untuk membubarkan diri. Tujuan aksi tersebut tetap menuntut proses hukum terhadap terdakwa dugaan penistaan agama Basuki Tjahja Purnama alias Ahok dan dukungan terhadap MUI. [rci] Pengamat: Aksi 112 Dilarang, Lama-Lama Shalat Subuh Bersama Dilarang Juga
Sumber: Muslimina

Tidak Terima Dicatut Namanya, Anonymous Internasional Ancam Lumpuhkan Tim Buzzer Ahok

Posted: 08 Feb 2017 05:36 AM PST

BeritaTerkiniOnline – Tidak Terima Dicatut Namanya, Anonymous Internasional Ancam Lumpuhkan Tim Buzzer Ahok

Beberapa waktu yang lalu, jagad dunia maya dihebohkan oleh munuclnya video fitnah terhadap Habib Rizieq Syihab dengan tuduhan berzina dengan Firza Husein, dan video serta foto-foto fitnah tersebut mengatasnamakan bocoran dari tim Anonymous.

Menanggapai hal tersebut muncul video mengatas namakan Anonymous internasional, dalam video tersebut mereka merasa difitnah, karena mereka tidak pernah mengeluarkan berita terkait Habib Rizieq tersebut. buntut dari kelakuan keji Ahoker itu muncul video ancaman dari Anonymous dunia, belum diketahui secara pasti apakah betul-betul ancaman berasal dari Anonymous atau hanya orang-orang yang mengatasanamakan Anonymous, kita tunggu saja kelanjutannya.
Secara garis besar berikut ancamannya:

Salam untuk citizen dunia

kami adalah anonymous internasional.

Orang -orang Indonesia telah menjadi perhatian kami saat kami mendengar tim BUZZER AHOK telah menyebut nama kami di video mereka dan teks WhatsApp mereka mengenai habib Rizieq dan skandal firza.

Kami menolaknya. Video dan teks WhatsApp itu bukan milikmu.

Kami bisa saja jika melawan, Tapi kami tidak mau mengurusi politik di negaramu.
Sebagaimana yang telah kau ketahui anonymous sedang mengawasi kalian.

Kamu sudah melihat peringatan dari kami yang mengandung hak kebebasan dan hidup yang benar untuk melakukan pembunuhan karakter tingkat lanjut.

*Ahok buzzer*
jika kamu tetap bersikeras mencatut nama kami. Maka bersiaplah untuk menghadapi *SERANGAN* kami.

Kami siap memblokir seluruh media online kalian. Kami siap memberikan perdamaian untuk hal tersebut jika dibutuhkan.

Dan kami siap untuk melakukannya kepada orng yang menginginkannya.

Kami akan memanggil pasukan Anonymous untuk melakulan Hack, MEMBAJAK, membocorkan database, dan mengambil alih semua website Buzzer Ahok.

Peringatan terakhir, Jangan berani mambawa lagi nama kami untuk kepentingan permusuhan kalian.
Kami adalah anonymous. Kami adalah pasukan. Tersatukan oleh satu dan terpisahkan oleh nol. Kami tidak memaafkan dan kami tidak melupakan masalah ini.

sumber: fb
Tidak Terima Dicatut Namanya, Anonymous Internasional Ancam Lumpuhkan Tim Buzzer Ahok
Sumber: Muslimina

Incoming search terms:

  • ibu hamil makan coklat silver queen

Kontraversi, Polisi Data Ulama dan Pesantren di Madura, Apa Maksudnya ?

Posted: 08 Feb 2017 04:37 AM PST

BeritaTerkiniOnline – Kontraversi, Polisi Data Ulama dan Pesantren di Madura, Apa Maksudnya ?

post-feature-image

mediapribumi.com – Beberapa waktu lalu aparat kepolisian di Jawa Timur melakukan pendataan ke para ulama, termasuk Madura. Pertanyaan pendataan ke para ulama hingga detail pribadi seperti tanggal lahir.

“Memang ada pendataan terhadap ulama terjadi di Madura,” kata KH Fadholi Muhammad Ruham kepada wartawan di sela acara Silaturahmi Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin dengan Ulama se-Madura dan Tapal Kuda di gedung Tri Brata, Mapolda Jatim, Jalan A Yani, Surabaya, Jumat (3/2/2017).

Pendataan itu sempat membuat para ulama gerah. Karena pertanyaan petugas pendata hingga detail tentang pribadi ulama.

“Yang saya tahu, pertanyaannya sampai tanggal lahir,” ujar Pengasuh Pondok Pesantren Al Fudhola’, Pademawu, Kabupaten Pamekasan itu.

Ketika di acara Silaturahmi hari ini, para ulama memaklumi setelah mendapatkan penjelasan langsung dari kapolda tentang maksud pendataan tersebut.

“Ternyata dari penjelasan Pak Kapolda, itu kesalahpahaman dari petugas,” terangnya.

“Sebenarnya Pak Kapolda meminta lewat aparatnya di bawah untuk mendata pesantren dan tempat-tempat yang menjadi tujuan pariwisata religius. Bukan mendata orangnya apalagi sampai tanggal lahir segala. Itu salah paham,” jelasnya. (dtk)
Kontraversi, Polisi Data Ulama dan Pesantren di Madura, Apa Maksudnya ?
Sumber: Media Pribumi

MENGHADAPI KEBANGKITAN PKI | Oleh Alfian Tanjung

Posted: 08 Feb 2017 04:37 AM PST

BeritaTerkiniOnline – MENGHADAPI KEBANGKITAN PKI | Oleh Alfian Tanjung

MENGHADAPI KEBANGKITAN PKI

Sikap ngeyel dan serius dari Kawan Yasona merupakan indikasi kuat di tingkat kepresidenan sangat akomodatif bahkan sangat wecome untuk mengawal comebacknya PKI.

Sejak tahun 1993 gerakan Mahasiswa Komunis SMID bermetamorfosis menjadi FORKOT, JARKOT, FIM, FAM & FMN juga LMND, gerakan Pelajar Komunis API, AFRA dan BAJAK, Gerakan Buruh Komunis SBSI (zaman PKI S”O”BSI), Jurnalis prokomunis/PKI, Budayawan DEKRA (dulu LEKRA), wiji Thukul dan Hanung Bramnathyo, Gerwani Baru Srikandi Demokrasi Indonesia (bentukan Gerwani Ribka Tjiptaning), Serikat Tani , STN (dulu BTI) dan beragam tampilan lainnya seperti PRD/PKI baru PKI lama sedang menyiapkan kongresnya yang ke 11 pada 2015 ini. Kongres ke 10 didesa Ngabrak Magelang Agustus 2010.

Kelakukan kaum PKI bisa dilihat dari buku harian Dita Indah Sari 1996 “well partai yang telah terkubur 31 tahun yang lalu akan kita dihidupkan kembali”, Pembakaran KPUD karawang dan kantor KPU Pusat selepas Pemilu 1999 dan pengepungan kantor Walikota jakarta barat oleh gerombolan gerwani (dengan menggunakan jasa abang becak dari Tangerang), penyerbuan anak HMI dicempaka Putih, oleh kawanan Pemuda Rakyat sambil berteriak Ganyak HMI, pembunuhan seorang ustadz di Cinajur selatan dengan menjerat leher dan membenamkan beliau hidup-hidup 2011, dan serangkaian keganasan watak asli PKI.

Terbitnya buku Aku Bangga Jadi anak PKI (2002), Anak PKI Masuk Parlemen (2005), 50 Tahun anak PKI (2008) dan Pedoman Revolusi Rakyat (2012), bersamaan dengan terbitan dalam dan luar negeri yang “meluruskan” kesadisan dan keganasan PKI seolah-olah gerombolan PKI adalah komuitas orang-orang yang beradab dan sholeh, padahal PKI adalah satuan kaum Atheis yang mengikuti instruksi Lenin dan Stalin ditahun 1965 bergani tuan yang bernama Mao Tse Dong.

Film Lentera merah, Wanita berkalung sorban, biarkan berbeda, tanda Tanya “?” dan senyap adalah sedikit bukti visual kedegilan kaum PKI. Kesimpulan : PKI The Real Come Back !

SEDIKIT DATA AWAL INI BISA MENJADI LANDASAN KERJA KITA MENGHADAPI GEROMBOLAN PKI YANG SEMAKIN BESAR KEPALA, YANG SECEPATNYA KEPALA TERSEBUT HARUS KITA KECILKAN ATAU KITA HANCURKAN DEMI TEGAKNYA PERADABAN YANG BERKETUHANAN DAN BERKEMANUSIAAN.

Sikap Kita : MENYIAPKAN PERLAWANAN DAN WASPADA.

Alfian Tanjung
Ketua Umum GNPI dan Divisi Riset GBN

*dari fb Alfian Tanjung (21/8/2015)

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

MENGHADAPI KEBANGKITAN PKI | Oleh Alfian Tanjung
Sumber: YES MUSLIM